Tampilkan postingan dengan label Berita terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita terbaru. Tampilkan semua postingan

Malam ini, Presiden SBY akan Keluarkan Pernyataan Sikap soal Malaysia

|

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan kembali menyatakan sikapnya terhadap menghangatnya hubungan Indonesia-Malaysia di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Rabu malam. Usai melaksanakan berbuka puasa bersama dengan Panglima TNI, tiga kepala staf angkatan dan seluruh jajaran TNI, Presiden akan memberikan pidato terkait sikapnya terhadap perkembangan yang terjadi antara Indonesia-Malaysia, belakangan ini.

Sejak 13 Agustus 2010, hubungan Indonesia dan Malaysia kembali menghangat pascapenangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh aparat Malaysia di Tanjung Berakit, Kepulauan Riau, Indonesia. Tindakan aparat Malaysia tersebut mengakibatkan dua negara terperangkap dalam perang mulut yang cukup panas, diplomasi megapon yang sangat tak sedap.

PM bahkan telah mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia, mengingat demonstrasi anti-Malaysia yang dianggap berlebihan. Menanggapi itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyurati PM Najib untuk menyelesaikan persoalan antara dua negara secara baik. Selain itu, Presiden juga mengajak PM Najib untuk mempercepat pembahasan masalah perbatasan kedua negara.

Namun, surat Presiden Yudhoyono tersebut ditanggapi kurang bersabahat oleh PM Najib. Pemerintah Malaysia justru meminta Indonesia untuk menertibkan aksi demo anti-Malaysia dan menuding para demonstran sebagai tentara bayaran. Terkait itu, Presiden Yudhoyono akan kembali menyampaikan sikapnya dalam pidato yang disampaikan usai Shalat Tarawih di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta

New Season

|

Hello everyone!

We are back and shooting has already started. You can look out for the start of Season 12 on September 22.

It's been a busy hiatus and a lot of stuff is changing here at SVU. Over the rest of the summer I'll be filling you in, so come back to this site for updates! As always, the start of the season is always crazy, but I didn't want to leave you empty handed. So I snapped some shots on the first day of filming for you.

Enjoy:

svu

svu

Tarif Tol Suramadu diberlakukan

|



Operator jembatan Suramadu pada 10 Juni 2009, mulai mengenakan tarif pada Rabu (17/6) setelah selama satu minggu dilaksanakan uji coba.

"Kami sebagai operator jembatan Suramadu akan mengenakan tarif terhitung Rabu (17/6) pukul 00.00 WIB," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Frans S. Sunito di Jakarta, Selasa.

Masyarakat yang menggunakan dikenai tarif sesuai jenis kendaraannya berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.395/KPTS/M/2009 tanggal 10 Juni 2009. Surat Keputusan itu mengatur tentang Penetapan Jalan Tol, Pengoperasian, Golongan Jenis Kendaraan Bermotor, dan Tarif Tol Pada Jalan Tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu).

Golongan I dikenakan tarif Rp30 ribu, Golongan II Rp45 ribu, Golongan III Rp 60.000, Golongan IV Rp 75.000, dan Golongan V Rp 90.000, sedangkan Golongan VI (kendaraan roda dua) Rp 3.000. "Jembatan Suramadu ini merupakan investasi pemerintah dan dibangun sendiri oleh pemerintah. Berbeda dengan jalan tol lainnya yang dikelola Jasa Marga, di jembatan Suramadu Jasa Marga hanya berperan mengoperasikan dan mengumpulkan uang tol selama 18 bulan ke depan. Semua pendapatan tol adalah milik pemerintah," kata Frans.

Ditambahkan Frans, seluruh pengguna jalan harus membayar tarif tol sesuai ketentuan. "Pengecualian hanya diberikan bagi kendaraan operasional Suramadu yang bertugas mengoperasikan, memelihara dan menjaga kelancaran arus lalu lintas di Suramadu termasuk memberikan bantuan apabila terjadi gangguan pada pengendara di jembatan tol," ujar Frans.

Untuk kendaraan operasional Suramadu, Jasa Marga akan menerbitkan kupon khusus sebagai tanda bukti, sehingga Jasa Marga dapat mempertanggungjawabkan seluruh penerimaan pendapatan tol untuk setiap kendaraan yang melintas di Jembatan Tol Suramadu kepada Pemerintah.

Frans menegaskan selain kendaraan operasional Suramadu, semua kendaraan yang melintas jembatan Suramadu wajib membayar uang tol karena uang hasil tol adalah sepenuhnya milik pemerintah dan setiap kendaraan yang melewati Suramadu datanya harus diketahui oleh pemerintah.

"Kami berharap semua pihak bisa memahami hal ini sehingga operasional Jembatan Suramadu dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat luas," kata Frans. (kompas.com)

Hindari Trouble, TELKOM Pasang 9 BTS di Suramad

|

PT Telkom Jatim ternyata sudah mempersiapkan sedini mungkin untuk kelancaran komunikasi melalui produk telepon selulernya di sekitar Jembatan Suramadu. Sebanyak 9 BTS, 7 diantaranya yang ditempatkan di sisi Surabaya dan 2 di sisi Madura telah berhasil mengcover lalu lintas komunikasi di sekitar jembatan sepanjang 5,4 km itu. Jumlah itu, telah cukup mengakomodasi traffik yang terlihat mulai mengalami kenaikan sekitar 10% sejak awal Juni 2009.

“Sampai detik ini, belum ada masalah dengan sinyal produk seluler kami di lokasi Suramadu. Artinya, sepanjang 5,4 km melintasi jembatan tersebut, Flexi masih lancar,” kata Agus Hendratno, Manager Optimalization Coverage Area Divisi Telkom Flexi area Timur di kantornya, Selasa (16/6).

Ditambahkannya, data terakhir menyebutkan ocupancy BTS di sisi Madura masih berkisar 30%, begitupun di sisi Surabaya. Namun, untuk mengantisipasi trafik yang akan terus naik, bulan Juni ini akan ditambah BTS di lokasi Batangan - Tanah Merah, dan Selatan. Secara bertahap di bulan Juli juga akan ditambah di lokasi Gilitimur, Petemon barat.

Saat ini, jumlah pelanggan Flexi di Jawa Timur mencapai 4,5 juta pelanggan yang di-cover oleh 1.200 BTS. Sebanyak 57 BTS diantaranya berlokasi di Madura. Secara rata-rata, kepadatan tiap BTS sudah cenderung turun dengan gencarnya pembangunan BTS baru.

Semula 1 BTS bisa meng-cover 5 ribu pelanggan, saat ini sudah turun mencapai 3.750 pelanggan saja. Sampai akhir tahun 2009 ini, Telkom merencanakan menambah 500 BTS lagi, sehingga akhir 2009 ditargetkan ada 1700 BTS di Jatim sudah ON.

Sebulan terakhir ini, jumlah pelanggan Flexi di Jatim mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sehari hampir tercapai 10.000 pelanggan. Ini dikarenakan program Flexi Komunitas mulai direspon positif oleh pasar. Jika sebelumnya, percakapan gratis sesama Flexi hanya berlaku bagi pelanggan Jabodetabek, saat ini sudah diperluas di seluruh Indonesia, asal pelanggan tersebut masih berada dalam 1 komunitas. Sehingga, anggota komunitas yang belum pakai Flexi akhirnya menyesuaikan dengan anggota lainnya supaya bisa dapat gratis bicara lokal.

Hingga hari keenam etelah dioperasikannya Jembatan Suramadu pada, 10 Juni. Masyarakat Surabaya dan Madura antusias menjajal uji coba jembatan Suramadu. Antrean kendaraan sudah terlihat sejak pukul 07.00 hingga saat ini. Dalam pantauan sampai siang ini, kemacetan sudah terjadi hingga di perempatan Kedungcuwek, Jalan Kenjeran Surabaya yang berjarak sekitar 4 km sebelum kaki Suramadu. Roda dua tampak mendominasi antrean. Diperkirakan 10 ribu lebih sepeda motor memadati jembatan ini.

Permasalahannya, di sepanjang jembatan tersebut banyak masyarakat yang kemudian berhenti dan saling berfoto. Banyak diantara mereka pula juga ngobrol dengan telpon selelurnya. Kondisi tersebut berakibat terjadinya kemacetan terhadap kendaraan yang akan masuk maupun keluar jembatan.

Sampai di sisi Madura warga tidak langsung kembali. Kebanyakan mereka mampir untuk sekedar minum dan makan. Memang di pinggir jalan sisi Madura banyak warung dadakan didirikan.

Berdasarkan instruksi Menteri PU mestinya uji coba dilakuakn 2 sampai 4 minggu. Selama uji coba ini masyarakat bisa menjajal dengan gratis sambil menungggu kesiapan Jasa Marga. Namun melihat animo masyarakat tinggi maka Jasa Marga memutuskan untuk mengoperasikan mulai tanggal 17 Juni. (Tim Suramadu)

Tarif Tol Suramadu diberlakukan

|

Operator jembatan Suramadu pada 10 Juni 2009, mulai mengenakan tarif pada Rabu (17/6) setelah selama satu minggu dilaksanakan uji coba.

"Kami sebagai operator jembatan Suramadu akan mengenakan tarif terhitung Rabu (17/6) pukul 00.00 WIB," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Frans S. Sunito di Jakarta, Selasa.

Masyarakat yang menggunakan dikenai tarif sesuai jenis kendaraannya berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.395/KPTS/M/2009 tanggal 10 Juni 2009. Surat Keputusan itu mengatur tentang Penetapan Jalan Tol, Pengoperasian, Golongan Jenis Kendaraan Bermotor, dan Tarif Tol Pada Jalan Tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu).

Golongan I dikenakan tarif Rp30 ribu, Golongan II Rp45 ribu, Golongan III Rp 60.000, Golongan IV Rp 75.000, dan Golongan V Rp 90.000, sedangkan Golongan VI (kendaraan roda dua) Rp 3.000. "Jembatan Suramadu ini merupakan investasi pemerintah dan dibangun sendiri oleh pemerintah. Berbeda dengan jalan tol lainnya yang dikelola Jasa Marga, di jembatan Suramadu Jasa Marga hanya berperan mengoperasikan dan mengumpulkan uang tol selama 18 bulan ke depan. Semua pendapatan tol adalah milik pemerintah," kata Frans.

Ditambahkan Frans, seluruh pengguna jalan harus membayar tarif tol sesuai ketentuan. "Pengecualian hanya diberikan bagi kendaraan operasional Suramadu yang bertugas mengoperasikan, memelihara dan menjaga kelancaran arus lalu lintas di Suramadu termasuk memberikan bantuan apabila terjadi gangguan pada pengendara di jembatan tol," ujar Frans.

Untuk kendaraan operasional Suramadu, Jasa Marga akan menerbitkan kupon khusus sebagai tanda bukti, sehingga Jasa Marga dapat mempertanggungjawabkan seluruh penerimaan pendapatan tol untuk setiap kendaraan yang melintas di Jembatan Tol Suramadu kepada Pemerintah.

Frans menegaskan selain kendaraan operasional Suramadu, semua kendaraan yang melintas jembatan Suramadu wajib membayar uang tol karena uang hasil tol adalah sepenuhnya milik pemerintah dan setiap kendaraan yang melewati Suramadu datanya harus diketahui oleh pemerintah.

"Kami berharap semua pihak bisa memahami hal ini sehingga operasional Jembatan Suramadu dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat luas," kata Frans. (kompas.com)

Sobekan Pertama Karcis Tol Suramadu Dijadikan Inventaris Musium

|


Sobekan pertama karcis diberlakukannya tarif pada Tol Jembatan Suramadu akan dijadikan inventaris pada musium Jembatan Suramadu. Dalam penerapan tarif yang dilakukan pada, Rabu (17/6) pukul 00.00 WIB, karcis pertama kendaraan roda empat pengemudi yang melintasi jembatan terpanjang di Indonesia itu, yakni Ashari warga Kenjeran, Surabaya.

Kasatker Pembinaan Proyek Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu, Ir Yudha Handita di kantornya, Rabu (17/6) mengatakan, meski hanya berupa barang sepela, namun yang namanya nilai sejarah tentu sangat mahal artinya. Ini karena Jembatan Suramadu merupakan mahakarya pertama yang dimiliki oleh bangsa Indonesia .

Momentum seperti itu harus menjadi perhatian, karena sobekan kertas kecil seperti itu merupakan bukti sejarah bahwa bangsa Indonesia bisa menunjukkan kemampuannya. “Dan Jembatan Suramadu akan menjadi peradaban yang mampu meningkatkan perekonomian bangsa ini,” katanya.

Pada pelaksanaan awal pemberlakuan tarif, arus lalulintas yang melintasi jembatan tersebut terlihat cukup lancar. Karena sebelumnya pihak Jasa Marga selaku operator tol untuk sementara sudah lebih awal melakukan sosialisasi.

Dari pantauan beberapa jam sebelum pemberlakuan tarif, terlihat masyarakat yang melintasi jembatan sangat ramai namun lancar. Banyaknya masyarakat yang berhenti di bentang tengah kemudian saling berfoto, sebenarnya petugas operasional tol sudah sering mengingatkan. Namun apa boleh buat, karena tingginya rasa penasaran masyarakat terhadap jembatan ini peringatan itu kurang diperhatikan.

Kepala PT Jasa Marga Cabang Surabaya, Agus Purnomo mengatakan, lebih cepatnya pemberlakuan tarif dari yang direncanakan gratis berkisar antara dua minggu atau satu bulan, ini karena mempertimbangkan keselamatan pengendara dan keberadaan jembatan. “Jika terlalu lama gratis, akibatnya keamanan dan perhatian kelancaraan lalu lintas kurang diperhatikan pengguna jembatan,” katanya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.395/KPTS/M/2009 tanggal 10 Juni 2009. Surat Keputusan itu mengatur tentang Penetapan Jalan Tol,
Pengoperasian, Golongan Jenis Kendaraan Bermotor, dan Tarif Tol Pada Jalan Tol Jembatan Suramadu.

Golongan I dikenakan tarif Rp 30 ribu, Golongan II Rp 45 ribu, Golongan III Rp 60 ribu, Golongan IV Rp 75 ribu, dan Golongan V Rp 90 ribu, sedangkan Golongan VI (kendaraan roda dua) Rp 3 ribu. Jembatan Suramadu ini merupakan investasi pemerintah dan dibangun sendiri oleh pemerintah. Berbeda dengan jalan tol lainnya yang dikelola Jasa Marga, di Jembatan Suramadu Jasa Marga hanya berperan mengoperasikan dan mengumpulkan uang tol selama 18 bulan ke depan. Semua pendapatan tol adalah milik pemerintah. (Tim Suramadu)

 

©2009 news update come true | Template Blue by TNB